Saat mengelola media sosial, salah satu yang perlu diperhatikan adalah menentukan ukuran performa akun media sosial yang dikelola.

Tolak ukur paling mudah biasanya jumlah pengikut (followers). Jika pada hari pertama akun kita mendapat 10 followers, lalu bertambah jadi 100 pekan berikutnya, dan 500 followers pada akhir bulan pertama; kita bisa merasa puas dan berpikir kalau performa akun kita di media sosial tergolong baik.

Namun, untuk memastikan bahwa konten yang kita sajikan benar-benar efektif dan relevan dengan pengikut akun media sosial kita, ada parameter lain yang penting dan mungkin lebih perlu diperhatikan ketimbang pertumbuhan jumlah pengikut; yaitu tingkat interaksi terhadap konten di media sosial yang kita kelola. Sebutan akrabnya, bobot engagement.

Engagement secara sederhana berarti komunikasi dua arah, atau komunikasi interaksional.

Kunci dari komunikasi interaksional ini adalah umpan balik (feedback) atau tanggapan terhadap pesan atau konten tertentu dan komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian dalam bentuk respon.

Fitur interaksi media sosial terbagi menjadi 3 (tiga) kategori:

  • Conversation: Aktivitas percakapan di antara pengguna.
  • Amplification: Aktivitas penyebaran atau perluasan pesan.
  • Applause: Aktivitas respon singkat lewat fitur seperti like, love, emoji, sampai klik.

Memahami Apa itu Content Marketing

Mengukur ketiga elemen di atas bisa jadi dasar untuk kita mengukur tingkat engagement di media sosial, yang mungkin lebih penting dari sekadar memantau pertumbuhan jumlah pengikut.



Bagaimana cara mengukurnya?
Berikut ini, contoh perhitungan untuk mengukur engagement di media sosial:

Anggap, pada 1 (satu) bulan, akun yang dikelola brand tertentu menerbitkan 12 konten di Facebook; dengan dan menghasilkan total 1.200 reach organik.

Dan 12 konten tersebut, menghasilkan respon berikut:

  • 10 komentar (comments)
  • 10 share
  • 24 likes
  • 5 klik

Yang berarti, total aktivitas responnya adalah 39.

Maka untuk mengetahui rasio engagement pada konten media sosial bulan itu adalah, (total aktivitas respon/engagement : total views/reach) x 100%

Berdasarkan contoh di atas, (39 : 1.200) x 100% = 3,25%

Begitulah dasar pengukuran rasio interaksi atau engagement dari konten di media sosial. Dari situ, yang perlu disasar adalah persentase engagement yang makin tinggi dari waktu ke waktu.

Karena, bisa jadi konten yang dilihat 1.000 orang dan aktif memberikan respon, lebih baik ketimbang dilihat 100.000 orang namun tidak merespon konten sama sekali. Meski, kembali lagi, tergantung objective atau tujuan yang ditetapkan.

Sekarang saatnya analisa kembali, apa tujuan bisnis kita dalam bersosial media ?